Me Vs Pemuda Terbaik Indonesia
Oleh : Rani gusfira zulfa
Hallo semuanya , Perkenalkan saya Rani Gusfira Zulfa, Asal dari Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat dan sekarang saya tenggah menempuh pendidikan di Kampus Madani UIN Sultan Syarif Kasim RIAU, dengan program studi Administrasi Negara Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Dengan bakcround study saya di dunia organisasi membuat saya dituntut untuk terus aktif diberbagai komunitas ataupun keorganisasian. Ternyata dunia ini terlalu sempit jika kita hanya berfokus berkarya diruang lingkup yang bisa kita jangkau saja, maka tidak menutup kemungkinan bagi kita selaku penyandang gelar agent of change untuk bergerak melampui batas yang mungkin saja orang orang diluar sana membuat batasan tersebut.
Maka disuatu hari, tepat mengikuti sebuah webinar disalah satu komunitas dengan dihadiri oleh narasumber yang super inspiratif, motivatif sehingga membuat saya sadar bahwa selama ini apalagi dimasa covid-19 ,ternyata terlalu banyak waktu yang saya buangkan dengan sia sia tanpa pernah mengingat bahwa masa covid adalah masa yang bisa dipergunakan sebagai masa nya berkarya, berkolaborasi dan berinteraksi dengan seluruh pemuda indonesia. Beliau adalah langsung FOUNDER dari GERAKAN PEMUDA INDONESIA, yaitunya Kak FAIZ ARSYAD.
Dimana beliau selalu menginformasikan terkait platform gerakmuda.id, dan beberapa lama kemudain melakukan open recruitmen, dan tanpa fikir panjang saya pun mencoba untuk bergabung di organisasi ini. Ketika seleksi wawancara ternyata saya sadar kembali bahwa calon anggota dari gerakan pemuda indonesia ini sangat luar bisa dan sangat berkompeten. Merasa insecure tentu saja iya, tapi saya harus mencoba. Dan ketika pengumuman kelulusan , ternyata ada nama saya salah satunya namun saya belum tahu akan di posisikan dibagian mana.
Ketika virtual meeting pertama diberikan informasi nama beserta tanggung jawab kami dibidang mana, dan ternyata hal yang tak pernah saya duga sebelumnya , saya diamanahkan sebagai wakil koordinator Divisi HUMAS sekaligus menjadi pengurus dibidang departement pengabdian. Awal rapat bidang pun saya merasa sanggat canggung karena harus mampu ngehandle pemuda terbaik bangsa yang jauh luar bisa dari saya. Hari demi hari saya lalui dengan mereka, bertukar cerita,saling menginspirasi , berbagi pengalaman ,kadang suka julid kadangpun juga serius, intinya disini saya merasa bahwasanya ini adalah keluarga kedua saya, rasanya untuk berpisah dengan mereka pun terlalu berat padahal bertemupun kita belum pernah.
Hari yang dilalui tentu tidak selalu menyenangkan, kadang suka kadangpun duka, kadang ada jailnya kadangpun menyenangkan,dan dimasa kepengurusanpun mengalami pasang surut semangat namun surutnya semangat sebagian pemuda tak mampu menyurutkan semangat pemuda yang lain ,ternyata memang 10 pemuda akan mampu mengguncangkan dan mempertahankan dunia organisasi ini. Hal yang paling berharga selama kepengurusan di gerakan pemuda ini adalah dapat dipertemukan dengan orang orang yang sangat luar biasa, orang orang ternama di indonesia seperti dari lembaga pemerintahan yaitunya MPR, DPR, Gubernur , staff khusus presiden dan lain lainnya.
Berada dalam tanggung jawab dibidang public relation, menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam diri saya, bagaimana cara kita mempu berkomunikasi dengan orang orang pemerintahan, orang orang hebat dan bagaimana caranya kita mampu untuk mengkomunikasikan organisasi kita kepada khalayak ramai. Karena memang banyak pesan masuk yang nanyain ,bagaimana caranya kami gabung di GPI ? , GPI udah ada ditingkat daerah apa belum?, GPI ada cabangnya di luar negeri gak? Dan menjawab berbagi pertanyaan dari lembaga pemerintah.
Setelah banyaknya pertanyaan yang ada maka dari GPI pun membuka open recruitmen yang kedua dan beberapa berjalannya waktu hingga tiba diujung kisah dimana adanya 2 devisi yang di merger dengan tujuan agar mempermudah program kerja yaitunya Divisi humas dan Divisi PIT , karena memang humas dan pit kinerjanya harus maksimal kolaborasinya. Dan akhirnya ketika diubah maka kami sepakat menggantinya dengan Divisi Media dan Komunikasi , dan otomatis tanggung jawabpun juga ikut berubah, yang awalnya sebagai wakil koordinator di humas sekarang menjadi anggota di media dan komunikasi karena memang koordinator dari humas dulunya dijadikan koordinator di media dan komunikasi dan koordinator di Divisi pit dulunya menjadi wakil koordinator di media dan komunikasi.
Karena adanya kesibukan masing masing dan kesibukan dari koordinator media dan komunikasi sehingga beliau dengan berat hati untuk izin resign dari organisasi gerakan pemuda Indonesia ini, Namun repect nya secara pribadi tetap di tujukan untuk GPI. Memang rasa kekeluargaan itu telah tumbuh namun harus dipisahkan oleh waktu dengan kesibukan yang harus di prioritaskan ,hingga dengan begitu adanya pergantian amanah, dan akhirnya saya di amanahkan lagi menjadi wakil koordinator divisi media dan komunikasi. Memang banyak masa masa yang kadang tak pernah diduga sebelumnya. Begitu banyak tempat bertukar cerita kembali, begitu banyak orang orang baru ditemui kembali dan ternyata memang mereka adalah pemuda terbaik bangsa ini.
Berbicara pengalaman pribadi dalam kepanitiaan gerakan pemuda indonesia ini, alhamdulillah pernah di amanahkan menjadi Mc ketika webinar publik relation, Moderator ketika webinar jurnalistik, memegang kendali di bagian media sosial, penyewaan zoom GPI dan sempat di amananahkan Menjadi Mc di webinar kepemudaan yang waktu itu narasumber nya staffsus presiden tapi karena ada kendala hingga akhirnya di hari H saya mengutarakan jika saya tidak bisa karena ada hal yang tak bisa ditinggalkan dan Mc ketika webinar communication namun lagi lagi kendala dalam perjalanan, tapi disini saya sadar bahwasanya pemuda terbaik bangsa memberikan tanggung jawab dan amanah itu kepada saya untuk bisa sama sama belajar meningkatkan soft skill kita dalam public speaking. Selanjutnya juga Menjadi Narahubung untuk membantu teman teman dalam mencari Narasumber ataupun media partner, kadang disini kita sadar bahwasanya kita harus mampu memanagement emosional kita kalo nanti apa yang kita inginkan tetapi tidak sesuai harapan.
Selain bertanggung jawab dibidang publik relation, saya juga di amanah kan dalam bidang departemen pengabdian, disini saya diamanahkan untuk menjadi sekretaris di departemen ini, dimana juga akan di tuntut bagaimana caranya kita mengelola segala bentuk administrasi, bagaimana caranya kita bisa mengkoordinir waktu rapat baik moderator, pembahasan dan notulensi dari hasil rapat, selain itu juga harus mampu memanagement segala bentuk file ataupun data yang harus disusun secara rapi. Sehingga sadar bahwasanya kita memang mendapatkan impact yang sangat baik ketika kita yakin untuk menjadikan GPI sebagi rumah ataupun wadah untuk berproses dan berprogres.
Sudah dijelaskan berbagai Impact dari bergabung dari gerakan pemuda ini memang sangat luar biasa, padahal umur GPI pun masih bisa dibilang baru, belum sampai satu tahun tapi link ataupun networking nya sudah luar biasa jauh dan telah membentuk pemuda pemuda terbaik bangsa. Hingga tidak ada salahnya kita mencoba menyatukan ide, gagasan, visi dan misi bersama sama di gerakan pemuda indonesia ini karena kita ketahui bahwa dalam gerakan pemuda indonesia ini ada puluhan kepala para pemuda yang hebat yang tentunya kita dapat belajar bagaimana kita menghargai orang orang dari tiap tiap daerah yang tentu memiliki sifat, sikap dan culture nya masing masing, we learn to tolerate karena kita memiliki suku , ras, agama yang berbeda beda tentunya, hingga semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA , memang dengan makmurnya terealisasikan di sini.
Kita akan banyak di suguhkan oleh keberagaman yang ada dalam kepengurusan ini, hingga hal yang awalnya tak pernah disangka pun bisa menjadi sebuah pengalaman pelajaran bagi kita, karena relasi dengan pemuda seluruh Indonesia adalah suatu hadiah tersendiri bagi kita nantinya, dibandingkan ketika kita tidak pernah mengenal pemuda terbaik bangsa. Tidak hanya membahas perihal GPI tetapi disini kita akan sama sama mendapat bimbingan diluar kepengurusan GPI baik itu organisasi luar ataupun masalah pendidikan kita. Pengalaman pribadi waku itu ada yang bertanya apakah saya memiliki latar belakang seorang duta atau tidak, dan ketika kita saya katakan bahwasanya saja tidak memiliki backround itu dan langsung mereka ngebimbing saya bisa menjadi seorang duta, mereka mengajak diskusi via telpon sambung tiga dan menceritakan bagaimana persiapan ketika mau bergabung di dalam kedutaan itu. Secara tidak langsung saya mikir bahwasanya mereka sangat peduli dengan kerabat sesama kepengurusannya.
Setelah kepengurusan yang pertama ini, diharapkan akan munculnya pemuda pemuda terbaik bangsa lainnya yang akan mengemban amanah di gerakan pemuda indonesia, yang tentunya memiliki totalitas dan loyalitas dalam berkarya dan berkolaborasi. Jika tidak memiliki banyak waktu untuk menjadi pengurus pusat gerakan pemuda indonesia berusahalah untuk mencoba menjadi Volunteer dari Gerakan Pemuda Indonesia ini, karena dalam Volunteer pun kita akan diberlakukan sebagaimana di pengurus pusat pun. Tuangkan segala ide dan gagasan dari teman teman semuanya disini karena selaku masih tidak menyimpang dari visi misi GPI segala ide dan gagasan tersebut sangat mampu menjadi pengaruh buat pemuda lainnya.
Pesan untuk para pengurus Gerakan Pemuda Indonesia selanjutnya, marilah kita sama sama menjadi catatan dalam sejarah nya GPI, bahwasanya kita sama sama pernah berkontribusi untuk pemuda indonesia, kita sama sama pernah menjadi salah satunya pemuda yang terpilih untuk diamanahkan dalan kepengurusan GPI hingga tidak ada alasan jika telah bergabung nanti adanya rasa malas ataupun mengalami demotivasion, Karena motivasi itu terlahir dari diri kita sendiri untuk kita tebarkan kepemudaan lainnya. Anggaplah GPI ini sebagai rumah kedua bagi kalian untuk berproses dan berprogres, karena kita berhak untuk memilih rumah dimana kita bisa berkembang di dalam rumah itu sehingga jangan pernah di sia siakan jika telah mendapatkan rumahnya Gerakan Pemuda Indonesia ini, hiasilah rumah kalian ini sebaik baik mungkin, ciptakanlah kebermanfaatan buat rakyat lain, jangan sampai rumah yang kalian huni malah menjadi perpecahan antar kalian satu sama lain dan bangunlah sebuah pondasi kekeluargaan, kecintaan dan ketoleransian karena kalian harus sadar bahwasanya dalam rumah ini bukanlah berasal dari satu culture saja tetapi berasal dari berbagai culture.
Be a young man who is able to record history in this indonesian youth movement, Indonesia needs you as a mobilizer in the world of youth, learn to be a superior leader in this organization.
_______________________________________________________________
Terimakasih, salam cinta dari saya❤️
Rani Gusfira Zulfa
Wakil koordinator Divisi Media dan Komunikasi
Sekaligus pengurus departemen pengabdian
Sumatera Barat, Kabupaten Tanah datar
Find me at :
Instagram : @ranigusfira_zulfa
Email : ranigz2708@gmail.com
Blog : ranigusfirazulfa.blogspot